Malas Menghadapi Pembeli?

Pertanyaan pembeli yang sering muncul pada toko online

Dalam berjualan online, pasti sering mendapati pembeli yang banyak bertanya tapi sebenarnya informasi yang mereka tanyakan sudah tertera jelas pada toko online. Hal ini bisa jadi menjadi batu penghalang suksesnya toko online kita, jika pada akhirnya kita malas menjawabnya.

Namun memang, pembeli yang malas membaca itu sangat menyebalkan dan sangat malas membalas mereka. Silakan mengumpat sekerasnya dengan mic ON, volume 100, jika Anda merasa mereka keterlaluan.

Ini adalah sebuah kisah pedagang online dalam menghadapi pembeli alay.

Sejelas apapun, sedetail apapun, sebesar apapun font yang dipakai, dikasih warna merah menyala kelap-kelip, kethop-kethop, kirlip-kirlip, tetap saja akan ditanyakan lagi oleh para pembeli alay.

Hal-hal yang Paling sering Ditanyakan oleh pembeli Alay

Kondisi baru saja add, accept, disapa, langsung nanya, “Jam tangan cewek koleksinya gimana aja ya?”

Kondisi di atas berlaku pada jenis produk apapun, bukan hanya jam tangan cewek. Terkadang malah tanya, “jamnya apa aja?”

Gini Mbak, situ nge-add pasti baru liat foto produk yang saya jual kan? Ndak mungkin tiba-tiba nge-add kalo ndak lihat sesuatu yang menarik. Itu aja napa ndak dikirim? Syukur-syukur kalo dibaca deskripsi produknya sampe akhir. Nulis artikel produk itu butuh keringat, butuh usaha. Koleksi produk pun ada buanyaaak, satu merk ada banyak jenis. Ndak mungkin HP super canggih sekalipun bisa kirim semua foto dalam waktu singkat. Dan pembeli yang dilayani bukan cuma situ aja.

Solusi pintar untuk pembeli: Mbok ya DIBACA! Setidaknya tau produk apa yang diinginkan, misalnya “Jam tangan cewek desain elegan, strap/tali kulit, harga sekitar 200 ribuan apa aja ya koleksinya?” atau “Jam tangan sport buat cowok yang tahan air warna merah ada? Yang ori ya”

Solusi pintar untuk penjual: Siapkan foto produk per kategori pada folder HP Anda. Misal: Jam tangan Wanita >> Tali Kulit / Tali Rantai / Sport

Memang ribet dan butuh usaha lebih. Selain itu juga butuh HP dengan performa tinggi dan kapasitas penyimpanan data yang besar.

Pembeli semacam ini malas membuka toko online Anda meskipun toko online sudah dikategorikan sedemikian rupa supaya mudah diakses dan dicari. Mereka ndak kreatif. Baru setelah dikasih foto dan harga, mereka bersemangat menggebu-gebu cari info harga pembanding di toko lain. Jika ada harga lebih murah Rp.5.000,- saja, toko online Anda dicap “MAHAL” dan ga bakal beli. Lebih murah pun masih nawar kebangetan.

Kesimpulan: jangan terlalu berharap.


 

“POSISI DI MANA BOS?”

Pertanyaan ini sering sekali muncul. Padahal sudah jelas tertera pada website toko online, atau pada nama kontak, status, dan sebagainya. Tapi tetep, mereka bakalan bertanya lagi.

Kurang jelas ta bos? Perlu tak tulis font ukuran 5000 nek ngarep matamu werno abang kethop-kethop: “BARANG DIKIRIM DARI SURABAYA”?

Solusi pintar: Ndak ada obat. Kudu sabar.


Tiba-tiba nge-add, kirim foto, lalu nanya:

“Gan itu harganya berapa”

Foto yang dikirim ndak cuma satu. Foto yang dikirim adalah screenshot foto produk yang dipajang di toko online Anda dan HARGANYA KENA SCREENSHOT, terbaca super jelas, crystal clear. Ndak mumet sampeyan?

Solusi goblok: PISUHONO BOS. 

Solusi pintar: Kasih harga lebih mahal. Kalo protes, jawab aja, “Maaf harga web belum update”.

Mau beli monggo, ndak jadi beli langsung saja delete kontak. Pembeli serius pasti akan beli, walau harganya selangit sekalipun. Itung-itung ongkos mumet boss.


 

“Speknya apa aja gan?”

Kalo Anda tipe sabar, jawablah selengkap mungkin. Kalo Anda merasa sudah nulis lengkap di toko online tapi masih tetap dipertanyakan, jawablah sekenanya. “Baca di web bos”. Dijamin ga beli.

Pembeli serius pasti sudah tahu apa yang akan dia beli. Jadi ndak apa-apa dijawab sekenanya daripada Anda stress. Kesehatan Anda jauh lebih penting daripada deal satu jenis barang.


 

“Sampai Kalimantan berapa?”

Wah orang kaya. yang punya Kalimantan ya bro?


Ciri-Ciri Pembeli Alay dan Hanya PHP

Gaya joss, DP gonta-ganti gaya, sering ganti status, nama memakai karakter macem-macem sampai ga bisa dibaca, huruf diganti angka, terkadang memakai simbol-simbol aneh bahkan mereka sendiri tidak paham kenapa mereka memakainya. Hidup di Indonesia namun memakai bahasa yang aneh bin ajaib. Bukan bahasa daerah, bahasa Indonesia pun bukan, bahasa Inggris apalagi. Sering banget broadcast pesan ga jelas. Setiap mau chat diawali PING!!!

PING!!!

PING!!!

PING!!!

“boztku? b0ztquw? gun?”

DANCOK! AKU GAK DODOLAN BEDHIL MBOT! 

*Dancok = Halo. Dodolan bedhil = jualan tembak. Mbot = Mas ganteng.

Diberi form pembelian, tombol “BELI SEKARANG” yang jelas, besar, dan berwarna ngejreng, “TAMBAH KE KERANJANG”, “Panduan Pembelian”, ngga akan ditekan dan ngga bakalan diisi. Ujung-ujungnya minta pin BBM, PING PING PING PING PING, minta barang yang ndak ada/habis, atau minta dikirimi foto-foto terbaru, foto HP. Yah, biasanya saya fotokan hp saya lalu marah-marah sendiri. Kan bener minta “foto HP”, bukan “foto produk dari kamera HP“.

Maunya jam tangan original, tahan air. Katakanlah saya tawari G-SHOCK. Dikasih jam tangan G-SHOCK original, harga 1,5juta. Bilang, “Mahal amat gun? Di toko sebelah cuma 125rb?” HAHAHAHHAHAHAHAHAAHAAANCOK!

Ciri-ciri, karakter pembeli online yang alay dan 99% PHP, yang harus Anda delete kontak sebelum Anda stress menghadapinya sebenarnya ada banyak. Bukan hanya gaya bahasa, gaya foto DP, atau nama yang dipakai pada kontak mereka. Namun juga dari cara order mereka. Mereka sebenarnya INGIN NANYA. Bukan ingin membeli produk Anda. Mereka PUAS hanya dengan melihat gambar dan tahu harga, apalagi sudah Anda murahkan yang paling murah notok jedhokk! Tapi apa mereka akan membeli? NOPE! Nol besar bung.

Para pembeli alay memang seperti itu. Kita sebagai penjual online memang kudu sabar menghadapinya. Sabar di sini kalau bisa tingkat dewa. Soalnya, kalau tidak sabar pasti beberapa bulan kemudian bakal berkepribadian ganda, susah fokus, sering marah-marah sendiri, dan hidup tidak tenang.

Sabar di sini juga harus ikhlas. Toh kalau sudah rejeki ndak bakal lari ke mana. Pembeli serius itu ndak banyak tanya. Mereka pinter, mereka baca informasi, mereka tahu, mereka cocok dengan harga ga pake nawar, dan mereka punya niat untuk membeli saat ini juga karena sudah melakukan pertimbangan sebelumnya. Layanilah pembeli semacam ini. Kasih potongan harga lebih banyak, kasih pelayanan terbaik, karena mereka loyal.

Jika bertemu pembeli alay, pesan saya jangan terlalu berharap. 99% PHP, pemberi harapan palsu. Banyak nanya, nawar separuh harga, setelah ditotalkan besok janji transfer. Tapi dijamin bakal kabur. Atau janji COD jam sekian di tempat ini, tapi tiba-tiba hilang ga ada kabar. Hal ini sangat wajar menimpa pengusaha toko online. Jadi sebagai pedagang online pemula, teruslah berjuang untuk menggapai kesuksesan. Jangan malas belajar dari pengalaman. Bisa jadi 1% dari pembeli alay Anda menjadi pelanggan terbaik Anda suatu saat nanti.

Penulis: Mister Pujo

Wordpress, SEO, & Online Shop Enthusiast